KAMI HADIR UNTUK MEMBERIKAN SOLUSI YANG TEPAT

lihat Jadwal Buat Janji Whatsapp

Chat
Oleh Administrator
00162907200016 Ags 2021
Artikel Ilmiah

Setiap orang memiliki kelenjar tiroid pada lehernya. Kelenjar tiroid berada di bagian depan leher, di bawah tulang rawan tiroid (Adam’s apple). Pada kondisi normal, tiroid tidak dapat dilihat atau dirasakan. Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu dengan dua lobus yaitu kanan dan kiri yang dihubungkan dengan kelenjar kecil disebut isthmus.

Terdapat beberapa jenis kelainan yang disebut dengan tumor yang dapat muncul dan berkembang di kelenjar tiroid. Sebagian besar bersifat jinak (non-kanker) tetapi juga ada yang bersifat ganas (kanker), yang berarti memiliki kemampuan menyebar ke jaringan terdekat dan ke bagian lain dari tubuh.

Kelainan tiroid yang bersifat jinak diantaranya:

  1. Pembesaran Tiroid

Perubahan ukuran dan bentuk kelenjar tiroid seringkali dapat dirasakan atau bahkan dilihat oleh pasien atau dokter.

Kelenjar tiroid yang tumbuh membesar tidak normal disebut struma. Beberapa struma bersifat difus, artinya seluruh bagian kelenjar yang terjadi pembesaran. Struma lainnya adalah nodular, artinya pada kelenjar yang membesar memiliki satu atau lebih nodul (benjolan) di dalamnya. Ada banyak penyebab mengapa kelenjar tiroid lebih besar dari biasanya, dan sebagian besar bukan karena kanker. Struma difus dan nodular biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid. Misalnya, tidak mendapatkan cukup yodium dalam makanan sehingga menyebabkan perubahan kadar hormon dan menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid.

  1. Nodul Tiroid

Benjolan di kelenjar tiroid disebut nodul tiroid. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak, tetapi sekitar 10-15% bersifat ganas atau yang biasa disebut kanker. Kadang nodul tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid sehingga menyebabkan hipertiroidisme. Nodul yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid hampir selalu bersifat jinak.

Pada dasarnya nodul tiroid dapat berupa kista berisi cairan atau nodul yang menyimpan hormon tiroid yang disebut koloid. Nodul tiroid jinak hanya perlu diobservasi (tidak perlu diobati) tentunya dengan pengawasan ketat (observasi oleh dokter) selama tidak membesar atau menimbulkan gejala. Namun pada beberapa orang memerlukan perawatan khusus sesuai dengan saran dari dokter.

Setiap orang dapat memiliki nodul tiroid pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada orang dewasa tua (berusia > 50 tahun). Kurang dari 1 dari 10 orang dewasa memiliki nodul tiroid yang dapat diketahui oleh dokter melalui pemeriksaan fisik. Namun pada sebagian orang, nodul tiroid hanya dapat diketahui setelah melakukan pemeriksaan secara spesifik dengan USG (Ultrasonografi). Faktanya dengan pemeriksaan melalui USG, ditemukan cukup banyak orang yang ternyata memiliki nodul sangat kecil yang tidak teraba walaupun sebagian besar merupakan nodul yang bersifat jinak.

Sebagai upaya deteksi awal kelainan pada kelenjar tiroid, Anda bisa melakukan pemeriksaan fisik rutin dengan dokter spesialis bedah onkologi khusus kepala leher dan pemeriksaan USG tiroid di RS Onkologi Surabaya. Pemeriksaan USG dapat membantu menentukan apakah nodul (benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid di leher) tersebut padat atau berisi cairan. USG juga dapat digunakan untuk mengetahui jumlah serta ukuran nodul tiroid. Selain itu, USG tiroid dapat membantu mengetahui apakah terdapat kelenjar getah bening di dekatnya yang dapat membesar akibat kemungkinan adanya kanker tiroid yang telah menyebar.

Komentar